No Comments »

itu berarti ini bukan yang terbaik, masih ada yang lebih baik, semua ini bukan yang terbaik =)

No Comments »

LINKIN PARK BAKALAN DATENG KE INDONESIA!!!!



LINKS :

http://www.linkinpark.com/events/jakarta-indonesia
http://bd.sherwoodmade.com/?p=2474

*nangis di bawah shower liatin harga tiketnya*


well, sekian, dan terimakasih

Athazagoraphobia (Chapter 5)

Baca selengkapnya » | 7 Comments »

Athazagoraphobia Chapter 5 !!
Sejujurnya udah ampe ending, tapi dibuat jadi 2 chapter~~ ulalaalala
thanks for my lovely readers! (siapa yang mau baca lip) *plak*
saya ngga pernah ngelanjutin cerpen ampe sebanyak ini, pasti putus di tengah jalan
nee, thanks for your support, all !! v^_^v 

=============================

“Hidari!!??” Willem berseru kaget “Kau.... Si cewek antisosial yang aneh di kelas kita itu, kan?”
“Hehehe... Kaget ya?” ia tertawa dan tersenyum ke arah kami semua “Kau benar, Willem”
“Berani-beraninya kau!!” kata Yuu geram “kau yang merencanakan ini semua?! Kau yang berniat membunuh kami, kan??”
“Memang awalnya aku berniat membunuh kalian menggunakan Ayumu” kata Hidari dingin “tapi sepertinya kalian lebih hebat daripada Ayumu, ya? Kalian saja hampir membunuhnya... Hebat, tidak ada yang hebat seperti kalian sebelumnya”
“’Sebelumnya’??” aku mengulangi kata-katanya “apa maksudmu? Apa sebelumnya kau juga merencanakan hal gila ini?”
“Yep, kau benar, Akira” katanya sambil duduk di salah satu anak tangga, menatapku dengan tatapan licik, dan aku tidak menyangka dia tahu namaku – maksudku – dia kan cewek antisosial! “aku sudah merencanakan semua hal gila ini sejak lama , dan sudah berulang kali aku melakukannya... Untuk teman-temanku di tempat les yang sering mengucilkanku – untuk kedua orang tuaku yang membenciku – untuk semua temanku yang sering membully-ku – untuk semua orang yang aku sayangi”
“Hidari? Kau melakukannya berulang kali??” Yuu menatap Hidari kaget “Hidari?”
“Kalian tidak tahu rasanya menjadi aku!! Kalian sama sekali tidak tahu apa-apa!!” teriak Hidari yang daritadi tenang mendadak mengamuk dan berdiri  menatap kami semua dengan tatapan marah “kalian semua buta!! Kalian semua yang ada disini bersalah!! dan pantas untuk mati!! MATI!! MATI” ia menekankan kata mati begitu dalam dan mengatakan kata tersebut seolah-olah itu adalah hal yang pantas kami dapatkan karena kami semua bersalah
“Bersalah? Siapa yang bersalah?” tanyaku heran “Hidari.. Bicaramu kacau!”
“Semua yang ada disini bersalah... Pertama, Yuu..” ia menatap Yuu tajam “Kau tahu? Saat ujian nasional dua minggu yang lalu .. Yuu mencontek dan meminta kunci jawaban ke guru, benar kan? Itu semua kau lakukan agar dapat masuk ke SMA yang kau mau...”
“A-a-apa?? T-tapi... Itu a-aku hanya mencontek beberapa nomor saja!” kilah Yuu “itu hanya kelicikan kecil! Banyak kok yang berbuat begitu!!” seru Yuu membela dirinya sendiri
“Hehehe... kelicikan kecil yang dapat berakibat fatal” kata Hidari sambil tersenyum kecil “aku sudah memberitahu guru-guru tentang kelicikanmu itu”
“Tapi yang mempunyai kunci jawaban bukan hanya aku! Dan lagipula aku mendapatkan kunci jawaban itu dari guru-guru .. Karena mereka bilang mereka ingin sekolah ini lulus 100%! Yang licik itu mereka!” kata Yuu membantah panjang lebar , dan kemudian raut wajah Yuu berubah menjadi tersenyum licik “hahahaha ... berarti... percuma saja kau memberitahu!”
“Kalau guru-guru tidak bisa menghukummu” ia menghela nafas “Terpaksa deh.. Aku yang menghukum kau”
“Apa-apaan kau!!” kata Willem yang emosinya sudah naik “Kau tidak seharusnya ikut campur!!”
“Ikut campur? Memangnya salah? Mencontek dan mengetahui kunci jawaban yang 100% benar itu sangat merugikan orang-orang yang sudah mengerjakan ujian dengan jujur dan murni .. Tidak adil, orang yang sudah susah payah belajar demi ujian nilainya lebih rendah daripada orang yang bekerja dengan cara kotor! Oleh karena itu... Kalian semua pantas mati!” kata Hidari enteng
“KAU INI!! Lagipula tidak semua yang ada disini mencontek! Aku mengerjakan Ujian Nasional dengan murni!!” Willem geram dan mengepalkan kedua tangannya “Jangan berani-berani ya! Kami bertiga laki-laki dan kau hanya seorang perempuan”
“Ya.. Aku memang perempuan...... Tapi ingat, aku ini pembunuh” katanya sambil tersenyum lebar
Willem bersiap-siap ingin memukul perempuan itu sampai akhirnya Yuu menahan kedua tangannya dan membentaknya “Willem!! Kau mau mati, apa? Dia perempuan pembunuh!!”
“Hihihi” ia tertawa kecil “Ya ampun, masa kalian takut sama cewek, sih?”
“Gue nggak takut!” seru Willem sambil membetulkan kacamatanya dan berusaha mengatur nafasnya dan juga mengatur emosinya
“Hm? Dasar bendahara OSIS yang nggak bener” kata Hidari sambil mengibaskan rambutnya “Willem... Ingatkah kau kesalahanmu, Willem sang bendahara OSIS?”
“Itu masalah gue! Ngapain lu ikut campur??” kata Willem yang masih ditahan oleh Yuu , mukanya memerah menahan amarah dan Yuu terlihat kewalahan memegangi kedua tangan Willem yang siap memukul Hidari kapan saja, sementara aku hanya menyaksikan dari belakang Yuu dan Willem
“Masalah lu tapi ngebuat semuanya dirugikan” kata Hidari tenang “Korupsi.. Adalah hal paling menjijikkan yang pernah gue tahu”
“Lo yang lebih menjijikkan!”  seru Willem dengan muka merah, antara menahan amarah atau menahan malu

Sejujurnya saja aku melongo begitu Hidari mengatakan hal itu, Willem, teman baikku, melakukan korupsi, itu hal yang sangat, sangat, sangat tidak bisa aku percaya.. Aku bingung, antara mempercayai Hidari atau mempercayai Willem, tapi begitu aku meihat wajah Willem yang memerah, sepertinya.. Hidari benar

“Apa kau bilang??” Hidari menghampiri Willem dan segera menendang cowok tersebut di bagian perutnya dan sepatu hak tingginya menusuk perut Willem, Willem mengerang dan memegangi perutnya yang kesakitan, kemudian kembali ke anak tangga yang tadi ia duduki dengan santai

“Udahlah! Hentikan! Hidari!!” kataku melihat Willem ditendang dengan begitu enteng oleh Hidari “Sudah! Sudahi pembalasan dendam yang gila ini!”
“Huh... Akira... Ingatkah kau saat kau kelas 7?” tanyanya padaku “Ingatkah kau?”
“Ingat apanya?” aku menatap langit-langit villa itu , berusaha mengingat apa kesalahanku kepada Hidari, sepertinya tidak ada.. Tapi..... “maaf.. Aku tidak ingat, Hidari..”
“Sudah kukira pasti kau tidak akan ingat, Akira..” katanya sambil menatapku sedikit marah “sehari sebelum liburan kenaikan kelas ..”
“Astaga!” aku berseru memotong pembicaraannya “Ya ampun, Hidari.. Aku minta maaf sekali , astaga!” mendadak aku mengingat apa kesalahanku kepada perempuan ini

little things about SMPN 5

8 Comments »

hell o all

apa kabar? saya jadi suka spamming di blog dengan cerpen-cerpen nggak mutu dan kegalauan tingkat dewa
abaikan aja deh.. Oh ya, tentang cerpen -- gua baru sadar ending dari cerpen Athazagoraphobia ITU BANYAK BANGET *ngitungin dulu* pokoknya kira-kira 14/15 halaman O_O dari halaman 29 sampe ke halaman 43 full (dan itu juga belom nyampe ending -__-) gomenasai, readers, ini lagi dihapus-hapusin bagian yang nggak pentingnya... Atau dibuat jadi 2 chapter-an
m(__ __)m *sujud-sujud*

sekarang berhubung saya udah lulus walaupun belum dapet SMA, hua hua hua -__-
saya mau mengungkapkan suka-duka-cerita di SMPN 5 Bogor
well, awalnya gua nggak punya temen, sama sekali
saya nggak nyangka kenapa saya-yang-dulu-kuper-dan-nggak-punya-temen-sama-sekali jadi hampir kenal semua angkatan saya di SMPN 5 Bogor ini .__.

dan temen pertama gua adalah... Ulfa Rachmalia
gua sekelas sama dia dua tahun, pas kelas 7E dan 8E dan kemudian dia menjadi anak kelas 9D,
anaknya lumayaaaaan baik waktu kelas 7 -_- sejujurnya nggak juga sih hahahahahahah tapi sekarang udah baik kok pas kelas 9 -__-v peace abang! peacelopeandgawllabangkakakmasbro

sejujurnya, kelas 7 itu bener-bener kayak war, perang, perang batin, perang fisik, tapi bukan kayak perang dunia yang penuh dengan bunuh-bunuhan -__- kalo ada bunuh bunuhan juga seru sih wahahahaha (ketawa setan)

pokoknya kelas 7 itu banyak banget deh masalah yang menimpa -_-
maklum deh, peralihan dari bocah --> bukan bocah, tapi bukan juga remaja -__- galau

back to the topic,

gua-yang-kuper-dan-tidak-punya-temen-sama-sekali-ini jadi mengenal banyak orang,
nggak banyak amat sih.. pokoknya pas dulu tuh kenal sama orang itu bikin gua seneng banget deh, yah.. gua dulu bener-bener nggak pandai bergaul. dan karena banyak masalah yang menimpa gua, gua akhirnya mengenal beberapa temen-temen yang -- awalnya gua pikir "wah mereka baik, ya!" dan akhirnya saat mengetahui mereka-yang-sebenarnya, saya berubah pikiran dan berfikir ingin membunuh mereka abis-abisan
dan untungnya akhirnya gua berpisah dengan mereka pas kelas 8 semester 2-an

pas kelas 7 dan 8 juga ... gua nggak sengaja kenal sama beberapa orang dari Facebook sama Twitter,  kesannya aneh dan norak banget ya? Tapi disinilah gua ketemu temen-temen yang bener-bener baik

orang yang pertama gua kenal, adalah, Muhammad Fachrizal Rachman
rada absurd, ya? yang gua inget adalah gua pernah ngebaca cerpen dia di notes FB, gua juga lupa cerpen yang mana pokoknya keren deh *plak* dan gua berfikir "ternyata ada yang suka bikin cerpen juga? I thought I was the only one! Whoa!"
dan dia juga suka dengan Linkin Park -- gua juga suka sama Linkin Park
dia juga suka YUI -- gua juga suka YUI
entah mengapa gua cocok dan ngerti banget sama ini orang, dan gua rasa dia juga ngertiin banget gua
dan kita jadi temen sampe sekarang -- walaupun sering digosipin dan diledekin -_-

terus, gua mengenal beberapa adek kelas pas kelas 8 , dan gua masuk ke PMR
dannn ternyata masalah yang menimpa gua saat kelas 7 masih menghantui gua sampe-sampe kakak kelas ikutan, sumpah dagdigdugjer pas dipanggil kk kk kelas gara gara masalah itu bisa-bisa meruntuhkan PMR (sumpah gua mikir apa hubungannya, ya? gua kan anggota PMR invisible) -_- ampun kaka

untungnya, masalah itu selesai, 100%
setelah itu, gua udah hampir tidak berhubungan dengan orang-orang yang mendukung gua saat masalah itu

dan malahan, yang jadi musuh gua sekarang jadi temen gua
yang jadi temen gua, sekarang jadi musuh gua
crazy, right?

dan adek-adek kelas yang temenan ama gua sekarang udah nggak sedeket dulu lagi
dan saat itu gua sadar

Mending punya 1 temen sejati yang bener-bener ngertiin kita, daripada punya setumpuk temen palsu yang bisa ngestab kita dari belakang kapan aja

kelas 9

gua-entah-kenapa kenal sama seseorang aneh nan absurd bernama Brian Ilham Makarim
oke, sebenernya dia sekelas sama gua pas kelas 8, cuma dulu gua cuma SMSan ama dia buat nanyain tugas, PR, ulangan.... nggak lebih dari itu, dan sekarang kalo SMS-an kemana-mana deh
gua nggak tau deh awalnya kenapa bisa SMS-an sama orang ini, pokoknya pas itu lagi lebaran dan gua kirim SMS ke orang-orang secara random dan sejak saat itu gua mulai suka SMS-an sama orang ini -_- hahuhahu, ternyata... gua juga digosipin dan diledekin sama orang ini dan lebih parah daripada pas gua diledekin sama Ijal -_-
gua heran, kenapa sih orang-orang pada ngeledekin? salah gitu ya temenan ama cowok?

jujur aja ya, gua lebih enak SMS-an sama Ijal dan Bren loh .__. gua juga nggak tau kenapa, tapi temenan sama cowok itu beneran seru dan gua ngerasa semuanya bisa ngerti . dan satu lagi,
mereka nggak comel dan ember,dan gua bersyukur .__.

dan gua mulai kenal sama 5 Jahanam dan Dajjal

awalnya, kenal sama para Dajjal bener-bener bencana, ya.. mereka kayak dajjal, bener-bener ngeselin deh!
ngebuka-buka tas, ngefudulin HP, ngeledekin orang-orang, ngegosipin orang-orang
dan gara-gara merekalah gua diledekin ama Bren!! (dan juga Ijal) mengesalkan ya? tapi kita sudah berdamai kok yeah  \( ^___^ )/ walaupun kadang-kadang mereka suka kumat -_-

and... lastly, 5 jahanam : Aldiani Magrina, Latifa Aisyah,  Nabilla J Ladybo , dan Windy Yulianti
sama 5 jahanam bener-bener seru! kita merasakan berbagai hal bersama~ karena kita adalah kumpulan otaku gila dan kita juga merasakan bagaimana di-munafiki-oleh-seseorang-yang-munafik (iyalah -_-) dan pokoknya merasakan beberapa penyiksaan batin oleh orang-orang deh, dan itu dirasakan BERSAMA, yah.. Bersama, mereka berbeda daripada kebanyakan cewek-cewek deh

dan saya juga kenal sama 2 orang netral : Lesty dan Annisa
for your information, kelas gua pas kelas 9 terbagi-bagi
ada 5 jahanam, dajjal, non dajjal, dan cewek-cewek-rada-rada-muna


dan mereka netral



maaf ya minna-san... kepanjangan postingannya hohoohohohohoho~

I'll miss SMPN 5 very much! T_T and I'm sure kita bakalan misah-misah T_T

Ijal, sama Bren pinter, mereka pasti keterima di SMAN 3 Bogor, udah keliatan banget -_- ah gua envy sama otak mereka yang pinter.. kenapa gua nggak bisa kayak merekaaa??? padahal mereka sahabat gua -__- AAAAAA *teriak*
Ipeh pengen ke SMAKBO
Bella nggak tau kemana
Maal dan gua (yang nem-nya lumayan mirip) juga nggak tau bakal diterima di SMAN 3 Bogor atau SMA reguler lain daaan pilihan SMA reguler kita bener-bener mirip hahahaha :D
Windy optimis SMAN 3

pasrah aja deh ya

kalo misah-misah-pun

don't forget me hehehehe v(^__^)v terserah sih, mau nginget, mau ngelupain juga gapapa.. tapi gua ga akan ngelupain kalian kok, karena gua seneng banget punya temen seru kayak kalian semua .__. sioalnya selama di SD gua gapunya temen sebaik kalian semua

ambil positifnya saja =))

No Comments »

aah~ setelah berminggu-minggu nggak ikhlas dengan nilai nem sendiri dan kesel juga pundung setengah mati sama orang-orang yang memakai cara kotor buat dapetin nem gede, dan setelah sakit hati dikalahkan nilainya sama orang-orang yang berbuat curang, dan setelah bersabar setengah mati dengan orang-orang yang pamer nemnya padahal pake cara curang ..... Akhirnya, saya bisa menerima semuanya =) aah, finally...
Gua bukan orang yang bisa menerima kenyataan dan mudah terpuruk, jadi... begitulah ._.
Jujur, masih ada sedikit rasa sakit hati, ya.. sedikit, siapa sih yang nggak sakit hati? .__.
saya udah sekolah, les di BP ampe sore, les di sekolah ampe sore, beli bertumpuk-tumpuk buku soal...
dan gua nemnya jauuuuuuuh lebih kecil daripada orang-orang yang H-2 UN bukannya belajar, tapi malah maen
Hahahahaha =))
pengen ketawa deh ngeliatin mereka... langsung pada buat tweet dan status di FB : Alhamdulillah, nem gua xx,xx OPTIMIS =) diterima di smanti yeah!! , bah -_- bikin mual, bikin tambah sakit hati
bayangkan... orang yang (maaf) paling bego di kelas saya aja dapet nem 38!!! NEM DIA 38!!

Oke, kayaknya kita ganti deh, bukan NEM (Nilai Ebtanas Murni) tapi NETMKMDKJ (Nilai Ebtanas Tidak Murni Karena Mencontek Dari Ku*ci Jaw**an) <--- sensor mamen!!



Gua tau kok, yang lain juga pada kecewa..... sama seperti gua


tweet dari teman saya : Aldiani Magrina, setuju . banget . mal!!! :D


SETUJU SAN!!!! 


tapi kita ambil positifnya aja wahai orang-orang yang jujur dalam UN :D

kita semua udah berusaha!! tapi Tuhan yang menentukan semuanya
Tuhan yang menentukan kalo nem kita itu standar (bagi yang standar)
yeah... tapi...
they're not smarter than us
they're smart in opening key answer
they're smart in cheating
so?
mereka nggak akan jadi orang sukses
mereka mungkin bisa keterima di SMA yang mereka pengen
tapi kita lebih daripada mereka
kita lebih pinter, mereka lebih beruntung karena pake keyanswer
dan gua juga nggak nyesel nggak pake keyanswer


lama-lama diliat, nem gua juga bagus kok... pas SD aja nem gua nggak nyampe segini, makasih ya Allah =)

random things

No Comments »

HALO BLOG! Apa kabare ? hahaha XD

Well, random , saya lagi males ngelanjutin cerpen Athazagoraphobia dan bener-bener nggak mood ngapa-ngapain, kesekolah ? males, ntar palingan yang ada sekumpulan orang yang pamer nem, cih
dirumah? males, oh my god, palingan cuma maen komputer sama adek tercintah

oke, untuk mengatasi kebosanan -- saya ngebuat gambar di deviantart 
oh ya! O males ngecrop gambar jadi langsung screenshotnya aja yaa ^_^ *bletak*

menggalau . LOL . can you read it? kalo bisa baca berarti anda hebat

in the jail .___.

ohohoho~~~

menggalau 2 -- can you read it? LOL haahhaha

I don't care at all !

just saying

6 Comments »

halo readers
hari ini hasil UN dibagiin
and you know ? nem gua rendah BANGET
sejujurnya gua kecewa banget
gua udah les sampe sore
ngerjain setumpuk soal
belajar dari banyak buku
ngebela-belain nggak ngelakuin semua hal yang gua suka (termasuk ngenet dan pergi ke toko buku)
dan
nem gua kalah
kalah dari orang yang pake cara kotor (you know what I mean)
kalah dari orang orang yang tidak seharusnya mendapatkan nilai segitu

well, no comment

bye

I'm not in mood to say anything

*sign out*

Athazagoraphobia (Chapter 4)

Baca selengkapnya » | 2 Comments »

Author : Whatsername -_-
Genre : sama kayak chapter-chapter sebelumnya 
Quotes from Author:

Aaaa satu lagi chapternya jadiii ^_^a jangan salahkan saya jika cerpen ini jelek , ga mutu, ga seru dan alurnya kecepetan , saya memang masih pemula jadi aaaaa-- begitulah -_-

by the way , baru pertama kali saya ngebuat cerpen bersambung sampe sejauh ini 
biasanya cuma ampe chapter 2 , udah gitu nggak pernah dilanjutin lagi --- dan kemudian cerpen itupun membusuk di folder saya *buset*
dan kali ini saya ngebuat cerpen ini sampe chapter 4 !! 4 chapter looh XDD yeaaah (dan itu juga belom tamat loh, chapter 5 menanti -__- fuah)


Thank you for reading!!

=======================================================================


Ayumu sudah gila, benar-benar gila


Padahal saat di kelas, Ayumu adalah sosok perempuan yang centil , ramah dan baik hati (walaupun ia baik hati hanya di saat-saat tertentu) . Ia bahkan tidak tega saat cowok-cowok badung di kelas menyiksa kucing hitam yang lewat di depan kelas dan langsung memarahi mereka habis-habisan . Dan saat kami sekelas menonton film di bioskop yang bertemakan tentang pembunuhan , Ayumu langsung berteriak-teriak dan menangis karena tidak tega melihat adegan pembunuhan di dalam film tersebut dan membuat geger satu studio bioskop tersebut (dasar caper -__-)


Aku tidak menyangka , itu semua hanya kedok



Mataku terbelalak ngeri saat Ayumu menghampiri kedua teman kami yang sedang benar-benar sekarat : Akemi dan Akachi yang sedang berbaring di lantai akibat tusukan samurai Ayumu tadi

Saat itu pula – dengan sangat tidak manusiawi – Ayumu mengayunkan kapak merahnya ke punggung Akachi disusul dengan jeritan keputus-asaan Akachi dan teriakan minta tolongnya yang begitu menyakitkan , begitu menyedihkan dan penuh dengan kesengsaraan . Aku dapat dengan jelas merasakan bagaimana sakitnya dipukuli dengan kapak tajam, apalagi oleh orang psikopat yang tidak mempunyai hati seperti Ayumu


Aku sama sekali tidak bisa bergerak saat melihat Akachi disiksa oleh Ayumu . Tubuhku membeku . Aku merapatkan punggungku ke tembok yang berada di belakangku dan berusaha mengatur nafasku yang tidak karuan


Tidak , aku tidak boleh kalah dengan perempuan ini
Perempuan ini hanya sendiri sementara aku punya Willem , Yuu , Ryuu dan Aoi


“Dengan begini kau tidak bisa kabur, pengkhianat!!” katanya sambil – sekali lagi – mengayunkan kapak merah tersebut ke punggung Akachi yang sudah mengeluarkan banyak darah “Ingatkah kau apa yang kau lakukan kepadaku beberapa hari yang lalu??!”
“A-a-h.. Hal itu” Akachi memegangi perutnya “M-m-maafkan aku” ia mulai mengeluarkan air mata
“HENTIKAN AYUMU!!” teriak Willem kepada Ayumu yang masih melakukan adegan sadis itu kepada Akachi “Akachi tidak bersalah! Apa-apaan kau! Dia itu perempuan baik-baik—“
“Baik? Baik darimana?” Ayumu memotong pembicaraan Willem dan mengambil kapaknya yang sudah berlumuran darah dan menatap kami semua keji “Dia memang terlihat sangat polos . Tapi ternyata dia adalah salah satu pem-bully di sekolah ini , dan salah satu korbannya adalah.. AKU!!” ia berteriak dengan suara serak


Aku terdiam


“Kau tidak tahu betapa sakitnya ditindas!” kata Ayumu setengah membentak “Kau tidak akan pernah tahu!! Karena kalian semua buta! Kalian seakan tidak melihat apa yang tersiksa di hadapan kalian semua!! Dipermalukan , dihina, dicaci-maki..” ia terdiam dan meneteskan air mata “KARENA INI SEMUALAH... AKU INGIN BALAS DENDAM!!”


Ia menendang Akachi yang tersungkur di depannya sehingga Akachi terpelanting sampai berada di depanku dan kemudian Ayumu menatap kami semua, kemudian pandangannya beralih menuju Akemi


“Akemi... Kau adalah manusia terkotor yang pernah aku temui” kata Ayumu dengan nada sedikit mengancam “Manusia keji, kotor dan kejam yang memakai topeng malaikat tidak berdosa”
“Apa maksudmu?” tanya Akemi cepat “Kau tidak tahu apa-apa tentangku!!”
“Diam saja kau!!” kata Ayumu sambil mengayunkan kapaknya ke leher Akemi dan itu membuat Rena refleks menjerit dan Willem membelalakkan matanya dan berteriak "SUDAH AYUMU HENTIKAN!!"
“Iya benar!! Hentikan!” kata Aoi “Sudah! Kau jangan menyiksa orang lagi!!” Aoi segera berlari menghampiri Akemi dan berusaha menghentikan luka dari leher Akemi dengan perban yang dibawanya, tapi sepertinya percuma....


“Aoi.. Buat apa kau menolong orang itu?? Tahukah kau Akemi terlibat dalam kasus narkoba bersama orang ini??” kata Ayumu sambil menjambak rambut-panjang-hitam Rena dengan kasar “Apakah kalian semua tahu kalau kasus itu ditutup-tutupi oleh pihak sekolah dan orang tua Rena menyogok beberapa koran, majalah dan media elektronik lain agar kasus tersebut tidak tersebar luas??”
“Bicara apa kau??” kata Rena sambil memegangi rambutnya yang dijambak Ayumu , mukanya terlihat merah dan ia menggertakan giginya tanda ia benar-benar marah “Jangan asal bicara kau!! Yang terlibat itu hanya dia dan aku sama sekali tidak terlibat!!”
“Lagi-lagi kau berbohong” Ayumu mendekatkan wajahnya kepada wajah Rena dan kemudian tersenyum keji dan mengeluarkan senjata lain dari balik kantong celana jeans gombrangnya dengan tangan kirinya yang ternyata – sebuah pisau dapur “Ternyata... Manusia memang memuakkan”
“Kau lebih memuakkan!!” teriak Rena


Ayumu meletakkan kapaknya di lantai dan mengacungkan pisau tersebut di depan muka Rena


“Rena..” Ayumu berbisik pada Rena “Kau pernah bilang – kalau kau kau sangat membangga-banggakan kulitmu yang mulus dan putih indah itu, ya? Sampai-sampai banyak cowok yang menyukaimu hanya karena hal itu”
Rena menatap Ayumu marah dan takut “Hii... Lepaskan rambutku sekarang juga!!” perintah Rena
“Tidak akan” kata Ayumu sambil menyayat kedua lengan Rena dengan pisaunya tersebut , membuat Rena menjerit kesakitan
“Perempuan gila!!” kata Rena sambil memegangi lengannya kesakitan
“Memang aku ini gila” katanya dengan tenang “Tapi ini begitu menyenangkan”
Ia menyayat pipi Rena sehingga Rena kesakitan dan terduduk di lantai
“Apa yang bisa kau banggakan ? Harta ? Kecantikan? Semuanya semu” kata Ayumu sambil menatap wajah Rena yang bercucuran darah “Kau sudah kalah , Rena .. Oh ya, satu lagi.. Kau membanggakan matamu yang coklat indah itu, kan? Mata coklat jernih yang sangat menawan , karena itu turunan dari Ibumu, ya? Hmm... Mata yang seperti itu jarang ditemui di sekolah ini – akan ku buat kau tidak dapat membanggakan apa-apa lagi”
“HENTIKAN!!!” jerit Rena ketakutan sambil menutup kedua matanya dengan tangannya “Aku.. Aku .. Aku minta maaf ! Sudah! Sudah! Aku .... Mengaku ! Aku berkomplot dengan Akemi – dan aku minta maaf .. A-a-“
Ayumu tidak memperdulikan jeritan ketakutan Rena dan menusukkan pisaunya ke telapak tangan Rena yang menutupi matanya dengan keji . Aku tidak tahu apakah pisau itu menembus mata kanan Rena atau tidak . Rena menjerit dan kemudian menangis . Aku dapat melihat darah mengalir dari matanya , ia meraung raung berteriak dan menangis sekeras mungkin


Aku tidak tahan menyaksikan semua adegan ini . Aku segera berlari ke pintu kamar ini dan membukanya dengan paksa kemudian berlari sekecang-kencangnya menjauhi kamar tersebut . Dan Willem menyusulku dari belakang “Jangan tinggalin gue, dodol!”
“Willem!! Bawah tangga!!” bisikku sambil menunjuk lantai bawah . Ia mengangguk
Kami melompati dua anak tangga sekaligus dan bersembunyi di bawah tangga , karena menurutku disitu paling aman . Di bawah tangga terdapat sebuah lemari tersembunyi dan seandainya Ayumu menemukan kami , kami dapat bersembunyi disana . Dan di lemari itu juga banyak perlengkapan dapur yang sudah tidak terpakai seperti pisau , garpu dan sejenisnya . Dan aku dapat menggunakan salah satu dari mereka untuk menyerang Ayumu



No Comments »



 

The unrequited love -__-




I should be happy that Ciel came back . Yet , my heart feels uneasy
This child is obviously back . But why isn't that person back ? 
Why is this child alive but that person is dead ? 
Why can't the person who becomes one with that person be me ??
(Kuroshitsuji)

Athazagoraphobia (Chapter 3)

Baca selengkapnya » | 7 Comments »

Author : GUE ELO END! *loh*
Warning : CERITA YANG ANEEEEEEH , WATCH OUT
Quotes from Author :

Whoa ? Secepat ini updatenya ternyata -__-

Aaaa—aa I’m sorry readers if this chapter is not good enough for you all TT_TT
I’m sorry , because I make this story with a little bit edit =_= (yang chapter 2 ngga ada yang diedit malah) -_- *author sesat* *jangan ditiru*

Thank you for reading ,  =,=
Yo yo yo ... Kripik kritik pedas atau manis diterima!
Dan satu lagi : jujur , Author ngga tau ini cerita bakal sampe chapter berapa -__-

***

“AKIRA! AKIRA!!” walaupun pingsan , aku dapat merasakan beberapa orang mengerumuniku dan memanggil-manggil namaku , aku membuka mataku sedikit dan melihat Yuu terlihat pucat dan memegangi bahuku . Aku membuka mataku dan merasa sadar sepenuhnya walau aku merasakan nyeri yang hebat di belakang kepalaku dan mataku berkunang-kunang

“Syukurlah kau bangun” kata Yuu “Willem daritadi belum bangun.. Sepertinya cedera yang ia alami lebih parah daripada cederamu” aku menoleh dan mendapati Willem berada di sebelahku , sepertinya ia bukan pingsan , melainkan tertidur , aku dapat mendengar suara ngoroknya

Aku menatap Yuu “Mana polisinya? Di villa ini ada pembunuh! Dan kita harus segera membutuhkan bantuan polisi!”

“Polisi dan petugas medisnya terjebak macet!!” kata Yuu “Gue panik , bener-bener panik sekarang” katanya sambil menjambak rambutnya dan mengacak ngacak rambutnya “Gue merasa gagal sebagai ketua kelas”
“Nggaklah! Lu terlalu lebay!” bentakku pada Yuu “Ini semua bukan salah lu! Ini semua salah si pembunuh itu!”

Yuu terdiam

Aku turun dari kasur tersebut dan berusaha menyeimbangkan tubuhku yang benar-benar pusing dan kehilangan keseimbangan kemudian menatap sekeliling “Hey! Ayumu bagaimana? Dan Eri?”
“Engg... Dia sedang ditangani oleh Akemi , Akemi kan anak PMR..” kata Ryuu yang daritadi ada di pojok ruangan tersebut . Mendadak aku merasa lega , Akemi bagaikan malaikat penolong bagi kami semua “Tetapi Eri kami biarkan berada di ruangan tersebut.. Lagipula .. Kau mau jika ada mayat diantara kami? Walaupun itu  mayat teman kita sekalipun?”

Tentu tidak , aku lebih memilih tidur dengan anjing liar daripada tidur dengan mayat

“Kami memutuskan terlalu berbahaya jika kita terus berada di luar kamar sementara pembunuh berkeliaran di rumah ini dan mengincar nyawa kami semua...” kata Yuu
“Karena itu , kita harus ada di kamar ini saja! Anak-anak perempuan juga ada di kamar sebelah dan dihubungkan dengan pintu tersebut” kata Aoi menyambung pembicaraan Yuu sambil menunjuk pintu putih di bagian timur kamar tersebut .

Aku segera membuka pintu putih tersebut dan kemudian aku mendengar Akemi berteriak “KETUK DULU PINTUNYA, BAKA!!”
Aku segera menutup pintu tersebut dan nyengir “Maaf, maaf.. Lagi ganti baju ya?”
Kemudian pintu tersebut dibuka lagi oleh Akemi dan kemudian dengan cepat ia meninju perutku dan menutup pintunya dengan kasar . Aku tertawa lebar , disusul dengan tawa Ryuu “Maaf deh!”

“Udah jangan gangguin mereka!” kata Aoi membela pihak perempuan “Kasihan kan.. Ayumu lagi sakit gitu”

“Iya deh maaf .. Maaf” Aku duduk di pojok ruangan dan mengingat sesaat setelah aku dipukul oleh sang pelaku , dan kemudian aku mengingat sesuatu – yang sangat penting dari sang pelaku

“Yuu!!” seruku pada Yuu
“Ada apa?” tanyanya
“Aku sepertinya tahu pelaku itu!” kataku “Oke, aku hanya tahu jenis kelaminnya saja.. Perempuan”
“Hah? Cewek?” seru Aoi tercengang “Kok ada sih cewek yang sekejam itu?”
“Ada aja sih..” kataku “Tapi gue tadi liat dia pake celana gombrang banget , kayaknya buat nutupin kaki jenjangnya , dan rambutnya panjang”
“Tapi preman-preman pasar juga ada yang rambutnya panjang dan pake celana gombrang sobek-sobek, kan?” kata Yuu

Sial , dia benar juga

“Eng... Nggak tahu sih” kataku “Tapi tadi yang gue liat itu.. Tapi gue nggak liat wajahnya soalnya tadi dapur gelap banget”
“Yaudah , menurut kalian si pelaku mungkin sendirian atau berdua?” kata Ryuu
“Kata gue satu orang” kataku “Orang psikopat bisa melakukan apa aja, kan?”
“Dua orang juga bisa” kata Yuu “Tapi kalo dua orang terlalu beresiko ketahuan sih”
“Kenapa dia selalu nyerang cewek? Apa gara-gara dia itu sesama cewek ? Atau gara-gara dia itu cowok dan hanya berani ke cewek?” kataku memikirkan Ayumu dan Eri yang sebelumnya telah diserang oleh pembunuh tersebut

Semuanya terdiam

“Udah , kelamin dan identitas nggak penting buat sekarang!” kata Aoi “yang penting sekarang , gimana kita keluar dari rumah ini , dengan selamat!”
“Setuju!” kataku “Hey! Kenapa kita nggak keluar aja dan lapor satpam? Atau kita nginep dulu di pos satpam sampai keadaan aman?”
Aoi , Ryuu dan Yuu berpandangan “Eng.. Oh ya, sebenernya kita lupa ngasih tau satu hal yang penting setelah lu pingsan....”
“Hah?” kataku “Apaan tuh?”
“Tau gak , kunci pintu depan villa ini ilang” kata Yuu , wajahnya berubah menjadi pucat lagi “Dan semua pintu keluar terkunci , juga jendelanya”
“Apa-apaan!!” seruku “Pasti perbuatan pelaku, kan?? Gila abis”
“Yep” kata Ryuu “Orang gila yang berniat menghabisi nyawa anak-anak SMP tak berdosa”
“Tak berdosa? Sok innocent banget lu” kata Yuu pada Ryuu , Ryuu tertawa puas

Aku menyibak gorden di ruangan itu dan mencoba membuka jendelanya , benar saja ! Jendelanya terkunci rapat , sepertinya si pelaku sudah merencanakan semua hal ini matang-matang . Sepertinya dia sudah ada di villa ini sebelum kami sampai di villa ini

Tiba-tiba aku mendengar jeritan dari kamar perempuan di sebelah

Yuu dan aku langsung membuka pintu putih penghubung kamar kami dengan kamar para perempuan dan kami semua terkejut mendapati seseorang dengan jubah hitam sedang mengacungkan pedang samurai ke arah Akemi , ia terkejut saat kami membuka pintu dan mengacungkan pedangnya kearah kami – ke arahku , lebih tepatnya . Aku mengamati seluruh kostumnya , kostum yang sama dengan orang yang memukulku dari belakang , hanya bedanya , kali ini ia memakai jubah dan topeng hitam yang menutupi setengah mukanya , namun kami masih dapat melihat matanya dari bolongan di topeng hitam tersebut dan bibirnya yang tidak ditutupi oleh topeng yang tersenyum penuh kemenangan

“Gue rasa semuanya hampir berakhir” kata perempuan tersebut sambil tertawa dengan suara serak menyeramkan
“Jangan bercanda!!” kataku sambil mengangkat tongkat baseball yang –  ternyata saat aku pingsan di dapur masih tetap kupegang sampai sekarang “Satu lawan tujuh, huh? Di ruangan sebelah juga ada Aoi yang lebih kuat” kataku bohong, iyalah .. Aoi adalah cowok paling letoy di kelas kami
“Gue bisa kok ngehabisin lu semua”
“Hah.. Jangan bercanda” kataku sombong pada perempuan itu “Lu cuma sendirian, men .. Sementara gue ada temen-temen gue” kataku sambil melirik Yuu yang berkeringat dingin dan gemetaran “ya kan, Yuu?”

Yuu mengangguk gemetar

“Tapi gue punya ini” katanya sambil mengacungkan samurai itu sekali lagi kepadaku . Aku berusaha bersikap tenang dan mengabaikannya “Cuma samurai” kataku sambil tersenyum .

Sedetik kemudian ia menebaskan pedang tersebut ke arahku dan aku menghindar dengan mulus

Aku memukul tongkat tersebut ke arahnya namun meleset , sekali lagi , ia mencoba melukai dadaku dengan samurai tersebut tapi meleset lagi dan hanya mengenai lenganku , namun sabetan yang sedikit itu membuat lenganku mengucurkan banyak darah dan terasa sangat perih . Yuu memancing perhatiannya dengan melempar sepatu All Star ke kepalanya dan mengenai kepala si pelaku dengan mulus , dan sepatu itu – yang aku tahu dengan pasti – itu pasti milik Willem . Ternyata sepatu Willem tersebut memang benar-benar membantu . Perempuan itu membalik badannya dan berusaha melukai Yuu juga , dengan sekuat tenaga , aku mengayunkan tongkat baseball milik Yuu ke kepalanya , dan berhasil . Ia tersungkur di lantai dan mengerang-erang kesakitan

“Udah gue buktiin, kan?” kataku padanya dengan berbesar kepala
Ia tertawa, tawa yang sangat menyeramkan , mengerikan dan penuh dengan kesedihan . Kemudian kami semua melihat air mata jatuh di kedua pipinya yang tidak tertutup oleh topeng “Maafin gue! Maafin gue!! Temen temen –“
“Ngapain minta maaf?” kataku “Semuanya udah berakhir tau nggak! Lu udah kalah dan bentar lagi polisi bakal dateng , lu juga bukan temen kita .. Dan....”
Ia tersenyum kemudian ia bangkit dan menendang perutku , kemudian dengan cepat meraih gagang pintu kamar tersebut dan langsung berlari ke luar kamar tersebut . Sial!! Dia kabur!

“Eh! Dia kabur!!” kataku pada Yuu “Cepet kejer dia!!!”
“Biarin! Yang penting sekarang .... Ayumu ilang!”
“Hah?” aku mencari-cari dimana Ayumu di ruangan tersebut . Namun hasilnya nihil
“Akemi!! Dimana Ayumu? Apa dia nyulik Ayumu??” tanyaku pada perempuan tersebut dengan sedikit kasar . Ia menatapku ketakutan “Ayumu... Dia itu ... Ternyata .. Orang berjubah tadi”
“Apa??” bahkan Aoi yang bertugas menjaga Willem di kamar sebelah langsung buru-buru berlari dan menghampiri Akemi yang sedang gemetar “Jangan bercanda!”



Athazagoraphobia (Chapter 2)

5 Comments »

Author : WATASHI! ME ! OLIVIA PUTRI!! YEAH YEAH *plaaaaak*
Genre : tetep horror dan psikopat kayak chapter pertama -__-
Warning : Gak jelas , cerpennya kependekan , garing , beda abis sama chapter 1 nya
Quotes from Author :
The Author is stuck on imagination m(__ __)m
Sorry readers, saya ngebuat cerpennya yang chapter 2 nya gajelas parah .__.
Ma-ma-maaff DX . Maaf maaf maaaaaf banget *sujud sujud*
Well,  no comment TT_TT *ditendang*


Happy reading v(__ __)v *digampar readers*


==============================


Kami semua mengelilingi mayat Eri yang dibaringkan oleh Yuu di lantai , lehernya terus mengucurkan darah segar yang menetes-netes di lantai ruangan tersebut dan tubuh Eri sangat pucat , aku memegang tangan Eri dan merasakan kedinginan yang luar biasa – bukan rasa dingin dari kulit saat hawa di sekitar kita dingin – tetapi rasa dingin seperti menyentuh patung porselen , kosong , tidak bernyawa . Kami semua menatapnya ngeri – sekaligus kasihan , aku tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir dengan sangat tragis , maksudku .. Dia masih punya masa depan – dan jika arwahnya tahu ia sudah mati sekarang , pasti arwahnya sangat terpuruk – dan sangat marah

Eri dibunuh , lehernya hampir dipotong dan kemudian di gantung di langit-langit ruangan dengan kejam oleh sang pelaku . Apa salah Eri ? 
Makhluk apa yang tega menyakiti seseorang dengan cara keji tersebut ? 
Oke , aku memang sudah mendengar banyak kisah pembunuhan di dalam negeri – maupun di luar negeri yang lebih kejam daripada kisah Eri ini , dimutilasi kemudian bagian bagian tubuhnya disebar .. Ah.. Mengingatnya membuatku jadi takut sekarang


Yuu menatap ruangan di sekelilingnya , matanya mencari sesuatu , aku tahu , dia pasti mencari telfon – atau alat komunikasi lain yang ada di ruangan ini atau di villa ini
“Yuu.. Mau telfon siapa ? Polisi?”
“Iya!” serunya setengah membentakku , aku tahu perasaannya pasti sangat kacau , apalagi jika kau kehilangan seseorang yang sangat berarti di hidupmu “Telfon ada dimana?”
“Dibawah! Di dekat dapur” kataku (yang sudah menjelajahi villa ini sebelumnya) pada Yuu . kemudian tanpa basa basi Yuu langsung berlari ke lantai bawah dan aku masih bisa mendengar suara langkah kakinya sebelum akhirnya langkahnya hilang karena ia sudah sampai di lantai bawah


Aku kembali menatap teman-temanku yang masih terpaku menatap mayat Eri . Aoi , si cowok nerd yang menjadi ketua OSIS di sekolahku memutuskan untuk duduk diam di pojok ruangan , sepertinya dia juga shock , karena dia adalah salah satu dari Eri Haters . Kuakui , Eri memang punya sekali banyak musuh , dari kakak kelas angkatan tahun lalu sampai adik kelas , Eri memang pencari sensasi dan masalah , tapi itu masih dapat ditoleransi , lagipula dia hanya sesekali menunjukkan sifatnya yang jelek itu, yep.. Sesekali ,tapi sangat menyebalkan . Tapi masa sih hal itu bisa membuat orang sampai tega melakukan hal itu ?
Mungkin saja Eri bunuh diri karena idenya menginap di villa ini ditentang oleh kami , dan menunjukkan kepada kami seolah-olah ia dibunuh , tapi apakah bisa??

Aku menatap bekas gorokan sang pembunuh dan menatap bekas lilitan tambang di leher Eri .. Tidak mungkin , Eri tidak mungkin bunuh diri , bekas gorokan dan bekas lilitan itu berada dalam satu garis , jadi tidak mungkin Eri menggantung dirinya dan kemudian memotong lehernya . Dan mustahil jika Eri memotong dirinya baru menggantung dirinya sendiri
Pasti sang pembunuh memotong setengah lehernya kemudian menggantungnya agar lehernya putus perlahan-lahan . Sungguh keji

Aku menatap teman-temanku satu persatu : Willem , Aoi , Ayumu, Akachi, Rena , Akemi , Ryuu dan Yuu yang sudah kembali ke ruangan ini

Tidak mungkin ada orang lain yang menyusup ke villa kami , karena pintu di villa ini hanya ada 2 (aku sudah menjelajahi villa ini sebelum menonton bola) , dan pintu yang satunya lagi – yang berada di dekat dapur terkunci rapat , dan pintu depan berada di dekat ruang tamu tempat aku dan teman temanku menonton bola dan kami tidak melihat orang asing masuk


Mungkinkah ada satu dari mereka yang menjadi pelakunya? Atau ada seseorang yang sebelumnya berada di villa ini dan menunggu waktu yang tepat untuk membunuh kami semua?


“Hey Akira!” kata Willem menepuk bahuku , membuyarkan semua lamunanku , aku menatapnya “Ada apa , Wil?”
“Mau pulang? Ini tugas polisi” kata Willem , matanya sudah menunjukkan kalau dia sudah lelah . Aku melirik jam “Baru jam 7 malem , lagian .. Masih banyak misteri di villa ini”
“Polisinya dateng 30 menit lagi” kata Yuu  “Kata polisinya , kita jangan pulang dulu , karena kita akan diinterogasi dulu”

Ah .. Ini akan menjadi hari yang melelahkan

“Oiya.. Handphone gue?” kata Ayumu , suara cemprengnya membuat kami semua terdiam
“Hey, handphone kita ada di Eri, kan?” kata Aoi “Mana nih kopernya?”
“Sial!” kata Ayumu sambil berdiri “Cari kopernya sekarang! Gue mau dijemput ! Sekarang juga, Yuu!!”

Ayumu memang seperti  nenek lampir yang siap menendang semua orang kapan saja ... Mungkin bukan seperti nenek lampir , tetapi seperti ibu tiri . Oke, sama saja ..

Ia memakai softlens merah dengan rambut pendek sebahu dengan poni yang selalu hampir menutupi kedua matanya dan rambutnya dicat berwarna coklat . Walaupun sudah diperingatkan berkali kali oleh guru agar tidak memakai softlens dengan warna yang mencolok itu , ia tetap bersikeras . Padahal, matanya normal dan dia tidak mempunyai minus atau cacat mata lainnya . Kalau aku jadi dia , aku tidak akan rela mataku menjadi merah-merah dan kering hanya karena gaya-gayaan begitu, menurutku yang pantas pakai softlens itu Willem , karena min-nya sudah parah

Yuu berdiri dan kemudian mencari dimana koper tersebut , ia membuka salah satu lemari dan langsung menemukan koper tersebut – utuh , aku bersyukur sang pelaku tidak mengambil handphone kami semua

“Ini dia” katanya sambil menurunkan koper kecil tersebut dan meletakkannya di dekat Ayumu
 Ayumu membuka koper tersebut dengan kasar dan kemudian menemukan handphone Black Berrynya dan keluar dari ruangan itu , ia sedang menelfon , entah menelfon pacarnya atau keluarganya . Sementara teman-temanku yang lainnya mengambil handphonenya masing masing

“Eh liat deh!” kata Aoi sambil menunjuk koper tersebut “Ada handphone Eri!”
Aku melirik ke koper tersebut dan melihat handphone flip berwarna biru milik Eri , dan dipenuhi dengan noda merah , dan kami semua tahu – itu adalah darah

Yuu segera mengambil handphone milik Eri dan kemudian ia terdiam

“Yuu? Ada apa?” tanya Akemi yang daritadi diam angkat bicara
“Sial” kata Yuu sambil menyerahkan handphonenya kepada kami dan melihat wallpaper Eri

Foto Eri yang dibaringkan di lantai – oleh si pelaku – tubuh Eri bersimbah darah setelah lehernya dipotong dan disebelahnya terdapat pisau dan tambang yang digunakan pelaku untuk membunuh Eri, dan pisau tersebut telah dipenuhi darah dan terdapat tulisan berwarna merah – yang sepertinya ditulis dengan darah – di dekat mayat Eri yang tergeletak di lantai itu


YOU’RE NEXT


“You’re next??” kata Aoi sambil menatap foto tersebut lekat-lekat “Gila! Ini sih namanya ancaman! Pasti tulisan ini udah dihapus sebelumnya sama si pelaku”
“Dan ancaman itu sudah pasti untuk kita semua” kata Ryuu mendramatisir suasana dan kemudian tersenyum , cowok ini memang nggak tau yang namanya bahaya
“Tapi kan nggak jelas dia ngasih ancaman ini ke siapa!” kata Yuu

“AAAAAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGH” aku dan semuanya – dapat mendengar jeritan melengking Ayumu yang sedang menelfon di luar ruangan , kami semua dengan cepat keluar dari ruangan dan mencari-cari Ayumu – dan kami semua menyadari – Ayumu tidak ada di lantai atas

Tanpa diperintah, kakiku langsung bergerak menuju ke tangga dan menuruni tangga dengan terburu-buru , di ujung tangga aku dapat melihat jelas tubuh Ayumu terkulai di lantai dengan posisi tertelungkup . Entahlah .. Ayumu tidak sebodoh itu untuk meloncat dari lantai atas .. Pasti ada yang mendorongnya

Aku segera menghampiri Ayumu dengan kaki gemetar , Willem yang juga melihat tubuh Ayumu langsung kembali ke lantai atas sambil berteriak-teriak kepada teman-temanku “GILA!! AYUMU DIDORONG!! CEPETAN KEBAWAH!!!”

Aku menatap Ayumu , dan kemudian membalikkan tubuhnya sehingga ia berada di posisi terlentang . Keadaan Ayumu lumayan parah , tapi tidak separah Eri yang sampai digorok oleh sang pelaku , kening Ayumu yang terbentur dengan lantai sepertinya robek dan tidak berhenti mengeluarkan darah yang mengucur ke lantai , juga rambutnya , rambutnya yang coklat sudah terkontaminasi dengan darahnya sehingga warna rambutnya menjadi coklat - merah

“A-a..” telunjuknya gemetar menunjuk dapur di villa ini dan kemudian ia mengerang kesakitan , aku tahu , pasti tangannya patah
Aku melirik dapur villa ini dan kemudian kembali menatapnya “Ada orang asing??”
Ia mengangguk pelan , kemudian matanya terpejam rapat , aku memegang tangannya .. Denyut nadinya masih terasa . Dia hanya pingsan , ternyata dia tidak mati

Sekilas , aku melihat bayangan hitam melintasi dapur villa ini . Aku menoleh – dan tidak ada apapun, pasti itu sang pelakunya!

“AYUMU!!” teriak Akemi sambil memegang tangan temannya itu “Ayumu!!”

Aku meninggalkan kerumunan teman-temanku yang sedang mengurusi Ayumu dan berjalan menuju dapur villa tersebut , Willem mengikutiku dengan wajah heran , membuatku lebih tenang, setidaknya jika aku terbunuh , masih ada Willem yang menemani . Aku mengambil tongkat baseball yang ada di lantai bawah dan membawanya, sebenarnya , tongkat ini milik Yuu , tapi berhubung Yuu sedang mengurusi Ayumu , aku akan membawanya bersamaku

“Akira? Ngapain lu kesini?” tanya Willem menatapku dengan tatapan bingung “Disini gelap”
“Tadi Ayumu bilang ada orang asing dan dia lari ke dapur!” kataku pada Willem , Willem begidik
“Oke, gue ikut sama lu! Itu pasti pelakunya!!” katanya sambil melepas kedua sepatunya dan memeganginya erat erat , oke .. absurd , mana ada orang yang akan pingsan atau mati hanya gara-gara sepatu hitam merek All Star itu?


Aku masuk ke dapur , dapur itu terlihat pengap di malam hari , di dapur itu tidak ada penerangan lain selain cahaya bulan , lampu di dapur itu tidak dapat menyala dan membuat dapur itu tambah menyeramkan
Kalau ada pembunuh psikopat bersembunyi di dapur ini , pasti tidak akan ketahuan
Aku terus memasuki dapur yang cukup luas tersebut , sampai akhirnya aku menyadari bahwa Willem , temanku yang biasanya cerewet itu tidak mengatakan apapun daritadi


“Hey, Willem..” aku memastikan cowok tinggi tersebut masih ada di belakangku “Wil..”

Aku tidak mendengar jawaban

Aku menoleh kebelakang , dan aku dapat merasakan sesuatu dingin , keras dan hitam menghantam bagian belakang kepalaku , aku merasa sangat , sangat pusing , pandanganku kabur sampai akhirnya aku tersungkur di lantai


Aku sekilas melihat Willem juga pingsan di belakangku dan kacamatanya retak , pantas saja ia tidak menyahuti panggilanku , ternyata dia pingsan. Dan aku dapat dengan jelas melihat kostum si pelaku : jaket hitam, dengan celana jeans hitam yang gombrang dan sepatu kets hitamnya , sang pelaku buru-buru membalikkan badannya , dan saat itulah , aku melihat kupluk jaketnya terbuka dan rambutnya yang panjang terurai keluar , ia buru-buru menyembunyikan rambutnya dan berlari ditelan kegelapan .

Sampai akhirnya aku merasakan semua di sekelilingku hitam – gelap , begitu kosong


****************


JELEEEEEEEEEEEEEEEK BUANGEEEET TT_TT << nyadar kalo cerpennya ga mutu*nangis nangis dihadapan para readers*

Ampuni saya readers , saya janji saya akan memperbaikinya di chapter 3 nanti (kalo bisa ya!)

Athazagoraphobia -- Chapter 1

Baca selengkapnya » | 6 Comments »

Author : Watashi wa Rin desu~ *plaaak*
Genre : bukan psikopat , believe me v(‘^v ^)v  <--- leia!! XP
Warning : cerpen panjang .. gajelas , bermuter muter , watch out . Oh ya ! Ini Point Of Viewnya cowok , tapi maaf ya kalo nggak cocok -_- saya kan ceweeek T__T
Quotes from Author :
Well, satu lagi cerpen psikopat dari anak saiko J

Pada tau nggak arti athazagoraphobia ? Oke , mari kita googling ;

Athazagoraphobia
is defined as the fear of forgetting, being ignored, or generally anything dealing with the idea of forgetfulness. The definition can be extended to depression, anger, or deliberate isolation caused by one being forgotten, or dealing with death (thus being forgotten by those who have passed away).

Jadi , intinya , ketakutan akan dilupakan , ketakutan akan ditolak (dengan lingkungannya) pokoknya yang begitu begitu deh . Alus ya ? Hahahah -__- ga ada ide buat judulnya sih *plak*

========================================================================


Aku menatap gedung sekolahku yang hanya berjarak 5 meter dari pandanganku dan menatap orang orang di sekelilingku – anak kelas 7 , anak kelas 8 berseliweran dimana mana ... Well , populasi anak kelas 9 memang sedikit karena ini mendekati kelulusan , dan semuanya malas kembali ke sekolah lagi setelah sekian lama bertempur dengan setumpuk buku buku pelajaran dan setumpuk soal yang menyebalkan , mereka lebih memilih tinggal di rumah , ber-internet ria atau berjalan jalan dengan temannya – sementara aku tidak punya kerjaan di rumah . Aku melihat seorang anak laki laki berkacamata hitam full frame dengan rambutnya yang coklat berlari ke depan gerbang sekolah , ia sama tingginya denganku dan kami sama sama kurus . Orang orang sering menyebut kami kembar , hanya bedanya .. Aku tidak pakai kacamata yang minnya 4 seperti Willem

“Willem?” tanyaku “Dateng juga?” Willem memang punya sedikit keturunan Inggris , aku juga tidak tahu mengapa dia nyasar di sini -_-
“Abisnya bosen , bro” kata dia “Kalo gue dirumah palingan cuman disuruh ngepel , nyapu , nyuci baju, yaudah gue kabur dari rumah , alasanya ada acara penting di sekolah”
“Lu emang udah terdidik jadi babu ya kayaknya?” tanyaku sambil tertawa
“Sialan lu , Akira!”
“Lagian juga kita disuruh ke sekolah, kan ? Sama si Eri-yang-nyebelin-parah itu .. Buat apa sih? Sumpah , sok penting banget sih , emangnya ada cowok (dan cewek) yang suka sama dia?” kata Willem nyerocos , jujur
“Ngga tau ... Kayaknya kelas kita ngadain acara lagi” kataku sambil membayangkan acara kelas kami yang lalu ; begitu monoton , membosankan , bahkan Eri (yang mengadakan acara) saja tidak peduli dengan semuanya dan asik ngobrol dengan gengnya . Sejak saat itu aku trauma mengikuti setiap acara di kelas

Aku dan Akira berjalan menuju kelas kami ; kelas 9-3 , kelas paling menyebalkan dengan anak anak yang sangat ngefreak , nakal dan kelas kami sering disebut oleh guru guru ‘kelas masalah’ selama aku berada di kelas ini , sudah tidak terhitung berapa masalah yang kelas kami perbuat ; 

membuat guru marah , mencontek massal dan dihukum habis habisan oleh 3 guru sekaligus dan harus mengikuti ujian ulang (padahal tidak semuanya mencontek massal) , ada yang membolos selama 2 minggu , kabur saat jam pelajaran , melanggar peraturan sekolah... Pokoknya banyak deh!

Aku memutar gagang pintu kelasku dan mendorongnya sehingga aku dapat melihat Eri dan ketua kelas kami, Yuu sedang berada di depan kelas , mereka adalah pasangan yang baru jadian 2 minggu yang lalu , sepertinya Eri sangat membanggakan pacarnya itu . Aku menatap papan tulis  -- di papan tulis ada beberapa coret-coretan , sepertinya mereka sedang musyawarah , Yuu , Eri dan anak anak sekelas menatap kami selama 3 detik dan kembali terfokus kepada anak anak yang sedang duduk-tidak-beraturan dan menatap mereka , ada juga yang asik main poker dan berteriak teriak “GUE MENANG GUE MENAANG”

“Jadi.. Intinya kalian mau acara kemana??” tanyanya dengan suara melengking tinggi

Aku menatapnya dan menghela nafas , jika kau hidup diantara kelas 9-3 , pemandangan seperti ini akan sering kau temui saat ada guru  (atau bahkan saat guru sedang mengajar) : orang orang memakai headset  dan mendengarkan lagu , memainkan poker (atau UNO) dan  segelintir orang orang yang belajar dan membuka buku

Aku duduk di tempatku – entahlah , aku lebih suka menyendiri daripada bergabung dengan cowok cowok lainnya .. Aku menatap ke arah barat dan aku dapat melihat dengan jelas perempuan itu .. Ya... Aku menjulukinya ‘perempuan aneh’ bukan kenapa napa.. Tapi dia memang benar benar aneh

Namanya Hidari Reikimine , seorang anak perempuan berponi dan berambut panjang-pirang-ikal sepinggang , tidak ada yang tahu tentangnya .. Ia selalu terlihat sendirian , ia mempunyai mata hijau terang dan sorot mata yang tajam kepada setiap orang . Ia menatapku dan aku pura pura tidak melihatnya dan terfokus ke papan tulis dengan berbagai coretan tidak jelas

“Ayo!! Willem! Akira! Kalian belum voting” kata Eri sambil menghampiriku dan Akira , aku menatap perempuan berambut coklat ikal diikat dua yang serasi dengan softlensnya itu dengan sinis , menyebalkan

“Terserah sih..” kataku sambil terenyum pada Willem
“Kita sih nurut aja”
“Oke , jadi pada setuju, ya? Berhubung kita udah kelulusan... Kita nginep di villa hari Jum’at tanggal 13?” kata Eri sok bijaksana “Villa milik Yuu... Dekat kok , lagipula kita hanya menginap 3 hari , saat hari libur nasional . Disana juga ada pemandian air panasnya , ada TV , wi-fi....”

 Oh ayolah , bisakah perempuan itu mulutnya dilakban hanya untuk sehari??

“Oya.. Kita melupakan seseorang” kata Ayumu , perempuan  yang senang mengintimidasi tersebut sambil menatap Hidari yang daritadi hanya terdiam saja
“Lu ikut gak??” tanya Eri kasar sambil menghampiri Hidari “Terserah sih ikut apa nggak... Kita gak maksa”
Hening . Tak ada jawaban
“Eh jawab!!” kata Ayumu
Ia terlihat berpikir , kemudian menatap Ayumu dan menggeleng pelan

“Gitu ya? Bagus deh” kata Eri sambil mengibaskan rambut ikalnya dan berjalan dengan angkuh ke depan kelas “Okay , bye now ! Rapat kelas dibubarkan... Bagus banget ya? Kita tanggal 13 bakal party party tanpa ada pengganggu yang sok alim dan pendiam itu” kata Eri sambil menatap Hidari penuh kemenangan

Aku menatap Hidari yang daritadi terdiam di bangkunya . Mukanya merah , entahlah.. Ia seperti menangis – aku tak tahu , yang jelas .. Kelasku juga terkenal akan bullyingnya , kemunafikan mereka ataupun kefrontalan mereka . Mereka suka menyiksa adik adik kelas dan teman teman seangkatan , padahal menurutku , seharusnya merekalah yang disiksa . Semuanya yang tidak terlibat juga seakan buta , tidak melihat penyiksaan yang ada di depannya



.__.

2 Comments »

saya menyadari sesuatu , oke random , oke lebay , oke curhat .
kamu curhat ya? Hahahaha
oke . Kembali ke curhatan acakadul dan tidak penting ini
ini bermula , beberapa waktu lalu~ saat tes di SMAN 3

mendadak ..... temen saya mengingatkan saya betapa tidak berartinya saya di mata dia
oke , saya memang tidak pernah berarti bagi siapa siapa
karena pada dasarnya saya memang bukan siapa siapa di mata siapa siapa
tapi menurut saya
saya selama ini hanya hopeless saja
saya mengharapkan kepada sesuatu semu yang tidak akan pernah terjadi
tidak akan pernah
dan tidak akan pernah untuk selamanya
mungkin saja
mungkin saja memang bukan dia
mungkin saja memang ada orang yang lebih baik daripada dia
padahal , sebelumnya saya kira cuma dia orang yang paling baik bagi saya
ternyata memang bukan ya
memang bukan
dan beginilah saya
tragis ._.
tapi semenjak itu saya sadar
memang bukan dia
pasti ada satu orang yang baik buat saya
dan itu memang bener :'D

terkadang apa yang kita harapkan belum tentu terbaik buat kita
dan terkadang apa yang kita tidak sangka justru merupakan yang terbaik buat kita

terkadang kau mengharapkan satu bintang terbaik akan jatuh
walaupun bintang-bintang yang lainnya jatuh
kau terus menunggu bintang itu yang akan jatuh
walaupun kau tahu bintang itu tidak akan pernah jatuh

begitulah

Alluring Secret (Black Vow) -- Kagamine Len , Kagamine Rin

No Comments »



oke , jangan komentar sama videonya karena ada beberapa detik yang mengandung .... ya you know what lah tak usah saya sebut -_--'' saya aja langsung ngeskip yang itu , oke , abaikan


Alluring Secret~~ bagi para pencinta tokoh tokoh Yuri* pasti sangaaat senang dengan lagu ini . LOL XPP saya sih ga seneng .__.
Okay , bagi yang nggak ngerti , nggak ngeh dan bahkan males ngebuka videonya , langsung aja deh , inti lagunya;


Rin is an angel , and she's fall in love with Miku , Miku tidak bisa membalas cintanya karena mereka sesama jenis dan menurut mereka itu adalah 'dosa' iyalah -__- dan kemudian , Rin menyerahkan sayapnya ke setan setan untuk bisa dijadikan laki laki , dan kemudian Miku mencintai Rin (versi cowok)
Terus , Kaito juga suka sama Rin (cewek) dan kemudian Kaito menembak (ngebunuh) Miku karena sudah mencuri Rin darinya
Dan kemudian Rin mengorbankan hidupnya agar Miku dapat hidup lagi , agar menebus segala dosa dosanya , dan juga mereka tidak akan bertemu lagi sampai mereka berhenti mencintai
uwoooooooo :3 so sweet *PLAAAK* *efek tes RSBI* 


*Yuri : seperti yaoi , penyuka sesama jenis , tetapi perempuan dengan perempuan , oke singkatnya lesbong -__-




okay here's the lyrics (english)

Once upon a time, a Fallen Angel
Left her wings and her life in the hands of the devil
The Secret Black vow she made for her love
Would turn into something that she'd never dreamed of

Sad, wounded angel suffering in the dark
Worrying she was alone in that city
Suddenly, someone helped the frightened angel
The most beautiful girl the Angel had seen

As soon as she saw the beautiful girl's eyes
A dark fate cast a spell on her heart
But this forbidden fate, one she knew too well about
Would tear the love they had all apart

All she wanted was the delicious fruit
Cleverly hidden behind both of their secret gaze
Angel and human could never exist but
She vowed to protect their forbidden love. Oh, forbidden fate!

Once upon a time, a Fallen Angel
Gave up willingly her two only wings to the devil
The Secret Black vow the Angel had made
Would live on if the devil helped and twisted fate

The bride, dressed in black, within the house of God
Encountered a boy as handsome as can be
Sadness locked away within his green hazel eyes
The most wonderful boy the bride had seen

As soon as she saw the wonderful boy's eyes
A dark fate cast a spell on her heart
In this forbidden love, one she knew too well about
Would tear the secret love they had all apart

Everything she found was the lustful fruit
Burnt at the passion hidden in soft lies
They lusted for one another, heat between them
She broke a pure pledge she made to God. Not caring in God's Eyes!

The lovers vowed to be together after then
Promising to forget everything that they sinned
Slowly, gently, their love started to burn
They kept on going to the point of no return

God can't forgive this sinner
No more turning his head. No more selfless pity
What could he do with her?
The sentence of her trail is simple: GUILTY

Once upon a time, a Fallen Angel
For her love gave up her wings to the devil
But in exchange for the love that she lost
The devil made the angel pay a higher cost

The devil brought the girl back, but

THE ANGEL WAS GONE

Once upon a time, a Fallen Angel
Was in love with a girl she saved from the devil
Even in the fires of hell, their love remains
Their love getting deeper than the fires can tame
Their forbidden love goes on, beyond the human heart
They now wait for the fruit of sin to be ripped apart

But one day, the angel and the girl shall meet again